Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now

AUF Foundation bersinergi dengan Anda mentransformasi kemanfaatan melalui Penyiaran AL-ISLAM, Pemberdayaan UMAT dan Pelayanan FILANTOPI

  • Program Sahabat ALQURAN

  • Program Sahabat SEHAT

  • Program Sahabat USAHA

  • Program Sahabat HIKMAH

  • Program Sahabat Yatim AUF

Kabar Terbaru

Selasa, 12 September 2017

10 Tahun Kurban Sahabat AUF, Berjejaring Berbagi

AUF.OR.ID - Penyelenggaraan kurban yang diorganisasi oleh AUF telah memasuki tahun yang ke-10. Allahu Akbar wa Lillahilhamd. Semoga amal kurbannya diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Bermula pada tahun 1429 Hijriyah (2008), kami berkurban 6 kambing dari personel AUF, dan diantara saudara mereka sendiri. Meski sedikit sumber partisipan kurban tapi yang membanggakan adalah lintas kampung, lintas kecamatan bahkan lintas kota kabupaten.

Kambing-kambing tersebut disembelih dan dibungkus di samping sekolah dasar di Kampung Pangragajian, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang. Daging kurban didistribusikan di Kecamatan Lembang, Kecamatan Parongpong dan Kecamatan Cisarua serta sedikit Kecamatan Cimahi Utara.

Dahulu program dinamai AUF CARE untuk segala program keshalehan sosial, namun sejak 2015 di-split menjadi program Kurban Sahabat AUF saja. Program kurban ini mencakup penyediaan hewan kurban, manajemen kurban dan pendistribusian daging kurbannya.

Sejak tahun keempat, proses pengurusan mulai dari penyembelihan, pencacahan daging dan pembungkusan dilakukan di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Angka partisipasi pekurban dan pengadaan hewan kurban, dapat dibilang berkecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Meski pernah menurun tapi tidak signifikan.



Sebut saja, pada tahun 1433 Hijriyah (2012) pengadaan hewan kurban 9 ekor sapi, diantaranya 5 ekor sapi pengurusan dan penyebarannya dilaksanakan oleh AUF Foundation.

Tahun 1435 Hijriyah (2014) atas partisipasi dari jamaah, sahabat, dan sanak famili yang telah berkorban demi menebar syukur, jumlahnya bertambah. Pengadaan hewan kurban menjadi 24 ekor sapi, diantaranya dipercayakan 17 ekor sapi yang diurus serta didistribusikan dagingnya dan menangani titipan 5 ekor kambing. Sementara itu di tahun 1437 Hijriyah (2016) pengadaan hewan kurban menjadi 27 ekor sapi dan yang diurus 13 ekor sapi.

Program Kurban Sahabat AUF tahun ke-10 yaitu pada 1438 Hijriyah (2017) menyediakan hewan kurban sebanyak 23 ekor sapi. Komposisi penyediaan dan pengurusan hewan kurban meningkat dari 48% menjadi 83%. Sebanyak 19 ekor sapi telah diurus dan distribusikan dagingnya. Insya Allah semoga mendapatkan semua yang terlibat keberkahan.

Titik bersejarah pada tahun ke-10 ini,  AUF Foundation menetapkan model kurban khas Kurban Sahabat AUF yang dalam beberapa tahun terakhir dilakukan. Tahun 2017 telah dicoba di 2 desa yang bertetangga yakni Desa Cihanjuang dan Desa Cihanjuang Rahayu di Kecamatan Parongpong. Model ini dinamai ECO-SHARING QURBANI yang nantinya dapat diduplikasi ke desa-desa lain, dengan kerjasama Kurban Sahabat AUF.

Eco-Sharing Qurbani


Ada beberapa alasan para pequrban masih mempercayakan kurbannya di Kurban Sahabat AUF. Alasan-alasan inilah yang menjadikan keunggulan model Eco-Sharing Qurbani AUF. Pengalaman berikut yang menjadi kekhasan berkurban di AUF, yaitu:

1. Patungan Kurban 1/7 Sapi

Di AUF Foundation mengikuti dalil akan kebolehan patungan kurban. Hal ini memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi SAW. Sebagaimana yang tercatat dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Ibnu Abbas mengisahkan:

كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فحضر النحر فاشتركنا في البقرة عن سبعة

Artinya, “Kami pernah berpergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR Al-Hakim).

Jabir bin ‘Abdullah juga pernah mengisahkan:

كنا نتمتع مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعمرة، فنذبخ البقرة عن سبعة نشترك فيها

Artinya, “Kami pernah ikut haji tamattu’ (mendahulukan ‘umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang.” (HR Muslim).

2. Pilihan Fleksibel Hewan Kurban 

AUF Foundation mendorong umat dapat berkorban sekemampuan mereka. Tidak menghalangi niat tulus untuk berkurban. Dengan hewan kambing atau domba. Bahkan pekurban dapat fleksibel memilih hewan kurban sapi dengan budget berapa pun. Bobot dan jenis sapi dapat dipilih, disatu-grupkan dengan sanak famili atau bergabung pada group 1/7 sapi yang lainnya selama patungan berkeadilan.

3. Berdayakan Peternak Lokal

Gapoktan peternakan sapi di Kecamatan Lembang menjadi berdaya dengan asuhan AUF Foundation melalui Program Sahabat Usaha. Pengadaan hewan kurban, utamanya sapi dapat disuplai dari kelompok peternak yang senantiasa belajar alQuran dan dibina juga keislamannya. Dengan demikian akan berproses menghidupkan karakter peternak qurani yang produktif serta mengoptimalkan pencapaian keunggulan insani.

4. Berjejaring Berbagi Kesyukuran

Pekurban "langganan" paling banyak bertempat tinggal di perumahan Cimahi Utara dan Parongpong yang memang berdekatan dengan domisili AUF Foundation. Tidak hanya itu, pekurban berasal dari perkantoran di Cimahi, dari perumahan Kota Bandung, atau dari komunitas setempat-pun ada. 

Secara demografis, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berbatasan langsung dengan Kota Cimahi. Kedua perbatasan ini banyak populasinya ditandai oleh banyaknya komplek perumahan yang berbaur dengan perkampungan setempat.

Wilayah komplek perumahan merupakan penduduk berada yang mampu berkurban. Ketika berkurban melimpah ruah hasilnya, sedangkan perkampungan sedikit yang mampu berkurban. 

Eco-Sharing Qurbani AUF menjadi solusi dengan membaurkan distribusi daging kurban antara tempat yang banyak kurbannya dengan tempat yang berkekurangan. Penyembelihan dilaksanakan di beberapa titik. Pemerataan penerima daging kurban terjadi. Berbagi kesyukuran menjadi tersebar dan meluas dengan manajemen kurban terpadu.

5. Ada Jatah Daging Bagi Pekurban

Pekurban mendapatkan jatah 2 kg daging dan beberapa bungkus untuk dibagikan kepada tetangganya. Dikirimkan pada hari itu juga setelah penyembelihan. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang sahih dari Jabir bin Abdillah

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما نحر هديه أمر من كل بدنة ببضعة فتطبخ، فأكل من لحمها، وحسا من مرقها

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah menyembelih hewannya, ia meminta sebagian daging dari untanya dan dimasak. Kemudian memakan dagingnya dan mencicipi kuahnya. (HR. Muslim).

Abdullah bin Wahb menyatakan bahwa Imam Malik pernah berkata kepadanya,

أحب أن يأكل من أضحيته؛ لأن الله يقول: فَكُلُوا مِنْهَا

“Saya senang jika sohibul kurban makan daging kurbannya. Karena Allah berfirman, yang artinya: ‘Makanlah bagian hewan kurban’.” Ibnu Wahb mengatakan, Saya bertanya kepada Al-Laits dan ia menjawab dengan jawaban yang sama. (Tafsir Ibn Katsir, 5:416).

Donasi sahabat diperlukan untuk mendokumentasi dan menyebarluaskan model kurban Eco-Sharing Qurbani, berjejaring berbagi melalui media publikasi, penataran atau pelatihan. Transfer ke rekening bank a/n. Yayasan Asuh Umat atau hubungi kantor AUF.

Kamis, 04 Mei 2017

8 Fakta Menarik One Day Workshop Menulis Creative Optima

Penulis: Muhammad Irfan, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung / Peserta Creative Optima yang memenangi Writing Challenge.

AUF.OR.ID - One Day Workshop Menulis Creative Optima yang diselenggarakan oleh Lembang.CO dan Yayasan AUF, pada tanggal 9 April 2017 lalu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat buat saya menjadi workshop penuh hikmah. Workshop tersebut juga pastinya menyisakan banyak ilmu, kisah dan pengalaman baru buat saya. Dan tahukah kamu bahwa dibalik suksesnya event workshop kemarin, ada beberapa fakta menarik yang saya dapatkan dari One Day Workhop Menulis, apa saja kira-kira? Mari simak beberapa fakta berikut ini:

1. Workshop Gratis

Perangkat acara berupa block note dan name tag Creative Optima (Foto: Rizal Fahmi)
Kalau biasanya suatu workshop mengharuskan peserta yang hendak ikut untuk membayar sejumlah uang, itu sudah biasa, tak terkecuali untuk workshop menulis. Tetapi seperti yang kita tahu, bahwa One Day Workshop Menulis yang diselenggarakan oleh Lembang.CO dan Yayasan AUF adalah Gratis! Tis! Tis!

Dan tiba-tiba teringat ucapan dari salah satu narasumber yaitu pak J.Haryadi yang berkata “Kalian semua yang berada disini beruntung, tidak semua bisa mendapatkan kesempatan untuk ikut workshop menulis gratis ini selama seharian, kalau saya biasanya ngisi workshop menulis selama 2 hari di hotel, itu biasanya peserta harus mengeluarkan uang sebesar 5 juta rupiah, yang berarti satu harinya menghabiskan biaya 2,5 juta rupiah. Sedangkan kalian semua disini bersama saya satu hari gratis tidak perlu membayar sepeserpun. Dan tentu materi yang dibagikan pun sama, tidak ada yang berbeda. Maka dari itu gunakanlah kesemapatan ini dengan serius dan sebaik mungkin.”

Kurang lebih begitu ucap beliau, luar biasa bukan?

2. Dilaksanakan di Gerai UMKM KBB


Saat sesi Tur Gerai dan peserta mewawancarai manajernya, Pak Lukcita. (Foto: Rizal Fahmi)

Ini dia fakta kedua yang ga kalah unik dari One Day Wokrshop Menulis, kalau biasanya workshop menulis diselenggarakan di hotel, atau ditempat-tempat yang tersusun bangku-bangku dan kursi yang berjajar rapih, beda dengan workshop satu ini yang mana dilaksanakan di gerai UMKM KBB secara lesehan!

Unik bukan? Meski jauh dari kesan megah nan mewah, namun inti dari workshop tersebut tetap tersampaikan secara utuh. Dan saya juga menyadari satu hal, mungkin panitia ingin memberi tahukan kepada saya bahwa di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Lembang, telah berdiri wadah untuk menampung karya dan produk-produk masyarkat Kabupaten Bandung Barat sehingga saya bisa lebih sadar bahwa sebenarnya Jawa Barat sangat kaya dan tak kalah bersaing akan produk-produk dari UMKM nya dengan produk-produk asing.

3. Narasumber yang Berpengalaman dan Luar Biasa!


Kedua instruktur workshop menerima piagam penghargaan dari AUF (orang yang disebelah kanan). (Foto: Rizal Fahmi)

Fakta berikutnya adalah tentang 2 narasumber One Day Wokrshop Menulis, yaitu pak Jumari Haryadi seorang trainer, motivator sekaligus penulis buku best seller yang juga aktif menulis di berbagai media massa, pendiri dari Komunitas Penulis Kreatif. Dan seorang penulis dengan nama pena Adri Noor Alfatia yang juga pendiri dari Komunitas Penulis Kreatif yang aktif diberbagai organisasi dan komunitas menulis nasional hingga internasional, dan beliau juga penulis buku-buku best seller di Malaysia.

Kehebatan 2 narasumber menurut saya tidak sampai disitu, Komunitas Penulis Kreatif yang mereka dirikan ternyata anggotanya sudah ribuan orang dan tersebar di puluhan kota dan kabupten bahkan 5 negara. Selain karena buku-buku yang berhasil menjadi best seller dan tulisan-tulisannya yang menginspirasi, ada satu hal lagi yang saya kagumi dan hormati dari pak J.Haryadi dan Adri Noor ini. Yaitu semangat mereka dalam berbagi ilmu dengan sesama, terbukti dengan komunitas-komunitas yang kini telah berkembang, jika bukan karena kepedulian dan kecintaan mereka dengan sesama, maka mustahil rasanya mereka berinisiasi mendirikan Komunitas Penulis Kreatif.

4. 85% Peserta adalah Perempuan dan Berusia dibawah 20 Tahun

Peserta Antusias Menyimak Pak Jumari Haryadi (Foto: Rizal Fahmi)

Ya inilah fakta berikutnya, bahwa One Day Workshop Menulis kemarin ternyata didominasi oleh kaum hawa. Bayangkan dari total keseluruhan peserta yang hadir, hanya 5 orang laki-laki dan 85% sisanya adalah perempuan dan usia mereka dibawah 20 tahun. Sampai-sampai ada teman saya yang bernama mas Daryanto berkata kepada saya, “Saya kira peserta-peserta yang ikut workshop ini seumuran dengan kita-kita.”

Meski begitu saya tetap semangat dan khidmat dalam mengikuti workshop, karena tidak bisa dipungkiri kehadiran dari dede-dede gemes ini dapat mencairkan suasana. Dan pelajaran yang saya ambil dari fakta ini adalah bahwa tidak ada kata terlalu dini atau terlambat dalam belajar menulis. Belajar menulis tidak pandang usia yang terpenting adalah mau atau tidak saya untuk memulai belajar menulis sejak saat ini.

5. Banyak Doorprizenya

Serah terima doorprize dari Gerai Produk UMKM kepada AUF untuk partisipan Creative Optima ((Foto: Rizal Fahmi)

Fakta berikutnya yang menarik tentang One Day Wokrshop Menulis adalah tentang doorprize, siapa sangka workshop gratis ini menyediakan banyak sekali doorprize untuk para peserta yang hadir pada saat itu. Doorprize bisa di dapat dengan cara aktif dalam forum seperti bertanya, dan juga kartu identitas Lembang.co yang terdapat tanda cap adalah syarat untuk mendapatkan doorprize.
Dan jangan dibayangkan doorprize tersebut kulkas, sepeda, tv dan sebagainya. Karena ini workshop menulis yang diselenggarakan di gerai UMKM KBB, maka doorprizenya pun tidak jauh dari buku-buku dan produk-produk dari gerai UMKM KBB. 

6. Peserta Terjauh berasal dari Subang

One Day Workshop Menulis
Daryanto, Peserta Creative Optima Terjauh
Ini dia fakta yang cukup mengejutkan! Ada salah seorang peserta yang relah jauh-jauh datang dari Subang untuk mengikuti One Day Workshop Menulis ini. Dialah mas Daryanto. Dan saking semangatnya mengikuti workshop ini, ga nanggung-nanggung beliau berangkat dari rumah menuju tempat lokasi selepas sholat subuh ketika berbicara dengan saya.

Patut ditiru semangat dari mas Daryanto ini. Saya jadi teringat bunyi hadist bahwa, “Hendaklah kita menuntut ilmu sampai negeri Cina”. Dan tentu pengorbanan yang dilakukan mas Daryanto ini membuat saya lebih bersemangat pada saat itu bahwa ternyata ada peserta yang lebih jauh lagi asalnya dari saya.

7. Laptop Pak Adri Noor Jadul!?

Pak Adrie Noor, Instruktur One Day Workshop Menulis Creative Optima (Foto: Rizal Fahmi)

Ini dia fakta fakta berikutnya yang tak kalah mengejutkan, laptop pa adri noor jadul!? Dari mana saya tahu laptop pa adri jadul? Well selain dari model laptopnya yang cukup besar seperti kebanyakan laptop jaman dahulu, terlihat juga dari sistem operasi yang digunakan yaitu masih Windows XP yang seharusnya sudah tutup usia sejak 2009 lalu. Buat saya pribadi mungkin saat ini senjata dan amunisi terkuat yang wajib dimiliki seorang penulis adalah Laptopnya. Maka tak aneh apabila kita sering perhatikan, penulis-penulis terkenal ataupun best seller banyak menggunakan merek laptop ternama dan termahal di dunia.

Berbeda kasusnya dengan pak Adri Noor, ketika buku-buku yang ia tulis menjadi best seller bahkan di negara tetangga, Malaysia, beliau tidak menampakkannya sama sekali. Jauh rasanya dari sifat glamour, yang ada beliau malah tetap bersama dengan laptop jadulnya -yang saya lupa nama mereknya-. Sehingga ada pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari beliau, bahwa untuk memulai belajar menulis tidaklah perlu perlengkapan yang canggih, bermodal laptop atau komputer biasapun rasanya itu cukup. Dan yang pasti sesukses apapun nanti, tetaplah menjadi pribadi yang sederhana.


8. Kakak-kakak Panitia yang Kece Abis!

Panitia yang kece-kece dan masih muda-muda.

Dan inilah fakta terakhir, kakak-kakak panitia yang kece abis. Selain karena mungkin seumuran dan masih muda-muda, kakak-kakak panitia One Day Workshop Menulis benar-benar hangat dalam menyambut saya pada saat itu. Salut deh yang pasti sama kakak-kakak ini. Walaupun sempat di sayangkan kemarin tidak ada sesi perkenalan panitia dengan peserta, sehingga tidak bisa saya sebutkan satu-persatu disini.

Tapi yang pasti saya mendapatkan suatu pelajaran yang berharga dari kakak-kakak panitia kemarin, bahwa dibalik suksesnya event workshop menulis ini, selalu ada team yang solid dan kompak.

Dan itulah mungkin beberapa fakta menarik yang saya dapatkan ketika mengikuti One Day Workshop Menulis Creative Optima. Yang pasti satu hari kemarin selain mendapatkan ilmu, pengalaman, dan teman baru, workshop ini menjadi penuh dengan berbagai hikmah* pelajaran yang bisa saya ambil. (*Alhamdulillah, karena acara ini merupakan Program Sahabat Hikmah AUF--red).

Terima kasih kepada penyelenggara yaitu Lembang.CO dan Yayasan AUF, seluruh panitia yang telah memberikan pelayanan terbaik, dan juga narasumber yang sangat menginspirasi pak Jumari Haryadi dan pak Adri Noor Alfatia, semog ilmunya bisa kami terapkan sebaik mungkin.

Selasa, 02 Mei 2017

Alhamdulillah Partisipan Donor Darah Meningkat


AUF.OR.ID - Kegiatan donor darah yang dilaksanakan Ahad, (30/4) di Klinik Utama Nur Khadijah melampaui target. Alhamdulillah jumlah pendaftar dan pendonor meningkat dari pelaksanaan donor darah Program Sahabat Sehat AUF yang sebelumnya.

Kemitraan yang dijalin dengan Unit Transfusi Darah RSUD Cibabat Cimahi atas kegiatan donor darah yang pertama kali dilakukan AUF Foundation pada 9 Oktober 2016 di Kantor AUF berhasil mengumpulkan 13 labu darah. Sedangkan pada kegiatan kedua, 8 Janunari 2017 yang dilaksanakan di Kantor Balai Desa Cihanjuang dapat mengumpulkan 17 labu darah.

Memang tingkat kesadaran berdonor darah warga Jawa Barat masih rendah. "Baru mencapai 1 persen plus," kata Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Barat Tjatja Kuswara yang dikutip dari Tempo di sela acara Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Subang, Rabu, 21 Desember 2016.

Berkat kerjasama baru antara AUF dengan Klinik Utama Nur Khadijah, kegiatan yang ketiga saat dilaksanakan kompleks klinik di Cihanjuang tersebut, berhasil mengumpulkan pendaftar 52 orang dan yang lolos untuk mendonorkan darahnya 31 orang. Melampaui target penerimaan 20 labu darah.

Album foto Sahabat Sehat dapat di tinjau pada Facebook AUF | ASUH UMAT FOUNDATION.

Demikian AUF tetap mendorong partisipasi berdonor darah untuk meningkatkan kualitas darah segar bagi tubuh sendiri dan ada juga manfaat bagi orang lain yang sedang kritis hidupnya.

Kegiatan donor darah plus pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan rutin per 2,5 bulan. Insya Allah akan AUF selenggarakan kembali setelah Lebaran nanti.








Sabtu, 29 April 2017

Sinergi Kemanfaatan UMKM KBB pada Creative Optima

Serah terima produk UMKM KBB kepada AUF

AUF.CO.ID - Ahad (9/4) lalu, AUF menerima titipan produk UMKM KBB untuk disalurkan kepada partisipan acara Creative Optima di Gerai Produk UMKM KBB, Jalan SESKO AU No. 2 Lembang.

Perwakilan Gerai UMKM KBB, Bapak Ony (tengah) telah menyerahkan sejumlah produk berupa makanan, kerajinan hasil produksi UMKM di Kabupaten Bandung Barat yang diterima oleh Agung M Hikmah, Direktur AUF.

Acara Creative Optima yang di gagas Agus Ridwan Sopari merupakan pengembangan umat bagi pemuda dan remaja yang diorganize oleh situs lokal Lembang.CO. Kegiatan ini adalah bagian dari Program Sahabat Hikmah AUF yang didukung oleh Gerai UMKM KBB.

Perhelatan Creative Optima mengajarkan mengenai kreativitas. Pertama kali acara berjudul workshop optimalisasi sosial media, kali kedua ini adalah workshop menulis,  Peserta yang mengikuti acara tidak dibebani biaya. Bahkan 28 peserta bertambah senang ketika semua amanah produk UMKM tersebut diterima sebagai doorprize.

Gerai Produk UMKM KBB Lembang, Secercah Harapan Untuk Indonesia

Dengan antusias pelaku UMKM yang tergabung di Gerai Produk UMKM KBB rela menjadi sponsor dengan menyediakan beberapa produknya sebagai hadiah. Makanan ringan “Snack Gayem”, “Dapoer Jamur”, “KripMur Alfian”, “Ceu Milan”, “Mocaf Crispy”, “Nabila Cookies”, basreng “Yanqri”, ulen kering “Ceu Wie”, stik ebi “Arsivia”, dan sale goreng “RINDU” memeriahkan acara.

Tak kalah menarik perhatian peserta adalah seblak instan “Gumeulis Echi”, cuanki instan “Rindu”, cuanki instan “MOJA”, manisan kelapa kering “Wiraba Sari”, “Sale Basah”, cilok goreng “PASUNDAN”, “Moochi Lembang”, yogurt “Azaria” dan t-shirt Lembang “Kang Tile”serta bantal boneka “YANIKU”.