Selasa, 12 September 2017

10 Tahun Kurban Sahabat AUF, Berjejaring Berbagi

AUF.OR.ID - Penyelenggaraan kurban yang diorganisasi oleh AUF telah memasuki tahun yang ke-10. Allahu Akbar wa Lillahilhamd. Semoga amal kurbannya diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Bermula pada tahun 1429 Hijriyah (2008), kami berkurban 6 kambing dari personel AUF, dan diantara saudara mereka sendiri. Meski sedikit sumber partisipan kurban tapi yang membanggakan adalah lintas kampung, lintas kecamatan bahkan lintas kota kabupaten.

Kambing-kambing tersebut disembelih dan dibungkus di samping sekolah dasar di Kampung Pangragajian, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang. Daging kurban didistribusikan di Kecamatan Lembang, Kecamatan Parongpong dan Kecamatan Cisarua serta sedikit Kecamatan Cimahi Utara.

Dahulu program dinamai AUF CARE untuk segala program keshalehan sosial, namun sejak 2015 di-split menjadi program Kurban Sahabat AUF saja. Program kurban ini mencakup penyediaan hewan kurban, manajemen kurban dan pendistribusian daging kurbannya.

Sejak tahun keempat, proses pengurusan mulai dari penyembelihan, pencacahan daging dan pembungkusan dilakukan di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Angka partisipasi pekurban dan pengadaan hewan kurban, dapat dibilang berkecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Meski pernah menurun tapi tidak signifikan.



Sebut saja, pada tahun 1433 Hijriyah (2012) pengadaan hewan kurban 9 ekor sapi, diantaranya 5 ekor sapi pengurusan dan penyebarannya dilaksanakan oleh AUF Foundation.

Tahun 1435 Hijriyah (2014) atas partisipasi dari jamaah, sahabat, dan sanak famili yang telah berkorban demi menebar syukur, jumlahnya bertambah. Pengadaan hewan kurban menjadi 24 ekor sapi, diantaranya dipercayakan 17 ekor sapi yang diurus serta didistribusikan dagingnya dan menangani titipan 5 ekor kambing. Sementara itu di tahun 1437 Hijriyah (2016) pengadaan hewan kurban menjadi 27 ekor sapi dan yang diurus 13 ekor sapi.

Program Kurban Sahabat AUF tahun ke-10 yaitu pada 1438 Hijriyah (2017) menyediakan hewan kurban sebanyak 23 ekor sapi. Komposisi penyediaan dan pengurusan hewan kurban meningkat dari 48% menjadi 83%. Sebanyak 19 ekor sapi telah diurus dan distribusikan dagingnya. Insya Allah semoga mendapatkan semua yang terlibat keberkahan.

Titik bersejarah pada tahun ke-10 ini,  AUF Foundation menetapkan model kurban khas Kurban Sahabat AUF yang dalam beberapa tahun terakhir dilakukan. Tahun 2017 telah dicoba di 2 desa yang bertetangga yakni Desa Cihanjuang dan Desa Cihanjuang Rahayu di Kecamatan Parongpong. Model ini dinamai ECO-SHARING QURBANI yang nantinya dapat diduplikasi ke desa-desa lain, dengan kerjasama Kurban Sahabat AUF.

Eco-Sharing Qurbani


Ada beberapa alasan para pequrban masih mempercayakan kurbannya di Kurban Sahabat AUF. Alasan-alasan inilah yang menjadikan keunggulan model Eco-Sharing Qurbani AUF. Pengalaman berikut yang menjadi kekhasan berkurban di AUF, yaitu:

1. Patungan Kurban 1/7 Sapi

Di AUF Foundation mengikuti dalil akan kebolehan patungan kurban. Hal ini memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi SAW. Sebagaimana yang tercatat dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Ibnu Abbas mengisahkan:

كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فحضر النحر فاشتركنا في البقرة عن سبعة

Artinya, “Kami pernah berpergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR Al-Hakim).

Jabir bin ‘Abdullah juga pernah mengisahkan:

كنا نتمتع مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعمرة، فنذبخ البقرة عن سبعة نشترك فيها

Artinya, “Kami pernah ikut haji tamattu’ (mendahulukan ‘umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang.” (HR Muslim).

2. Pilihan Fleksibel Hewan Kurban 

AUF Foundation mendorong umat dapat berkorban sekemampuan mereka. Tidak menghalangi niat tulus untuk berkurban. Dengan hewan kambing atau domba. Bahkan pekurban dapat fleksibel memilih hewan kurban sapi dengan budget berapa pun. Bobot dan jenis sapi dapat dipilih, disatu-grupkan dengan sanak famili atau bergabung pada group 1/7 sapi yang lainnya selama patungan berkeadilan.

3. Berdayakan Peternak Lokal

Gapoktan peternakan sapi di Kecamatan Lembang menjadi berdaya dengan asuhan AUF Foundation melalui Program Sahabat Usaha. Pengadaan hewan kurban, utamanya sapi dapat disuplai dari kelompok peternak yang senantiasa belajar alQuran dan dibina juga keislamannya. Dengan demikian akan berproses menghidupkan karakter peternak qurani yang produktif serta mengoptimalkan pencapaian keunggulan insani.

4. Berjejaring Berbagi Kesyukuran

Pekurban "langganan" paling banyak bertempat tinggal di perumahan Cimahi Utara dan Parongpong yang memang berdekatan dengan domisili AUF Foundation. Tidak hanya itu, pekurban berasal dari perkantoran di Cimahi, dari perumahan Kota Bandung, atau dari komunitas setempat-pun ada. 

Secara demografis, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berbatasan langsung dengan Kota Cimahi. Kedua perbatasan ini banyak populasinya ditandai oleh banyaknya komplek perumahan yang berbaur dengan perkampungan setempat.

Wilayah komplek perumahan merupakan penduduk berada yang mampu berkurban. Ketika berkurban melimpah ruah hasilnya, sedangkan perkampungan sedikit yang mampu berkurban. 

Eco-Sharing Qurbani AUF menjadi solusi dengan membaurkan distribusi daging kurban antara tempat yang banyak kurbannya dengan tempat yang berkekurangan. Penyembelihan dilaksanakan di beberapa titik. Pemerataan penerima daging kurban terjadi. Berbagi kesyukuran menjadi tersebar dan meluas dengan manajemen kurban terpadu.

5. Ada Jatah Daging Bagi Pekurban

Pekurban mendapatkan jatah 2 kg daging dan beberapa bungkus untuk dibagikan kepada tetangganya. Dikirimkan pada hari itu juga setelah penyembelihan. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang sahih dari Jabir bin Abdillah

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما نحر هديه أمر من كل بدنة ببضعة فتطبخ، فأكل من لحمها، وحسا من مرقها

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah menyembelih hewannya, ia meminta sebagian daging dari untanya dan dimasak. Kemudian memakan dagingnya dan mencicipi kuahnya. (HR. Muslim).

Abdullah bin Wahb menyatakan bahwa Imam Malik pernah berkata kepadanya,

أحب أن يأكل من أضحيته؛ لأن الله يقول: فَكُلُوا مِنْهَا

“Saya senang jika sohibul kurban makan daging kurbannya. Karena Allah berfirman, yang artinya: ‘Makanlah bagian hewan kurban’.” Ibnu Wahb mengatakan, Saya bertanya kepada Al-Laits dan ia menjawab dengan jawaban yang sama. (Tafsir Ibn Katsir, 5:416).

Donasi sahabat diperlukan untuk mendokumentasi dan menyebarluaskan model kurban Eco-Sharing Qurbani, berjejaring berbagi melalui media publikasi, penataran atau pelatihan. Transfer ke rekening bank a/n. Yayasan Asuh Umat atau hubungi kantor AUF.

0 komentar:

Posting Komentar